Nonton Film Bridget Jones’ Baby

Sebagai penyuka film Bridget Jones’ Diary dan Bridget Jones : The Edge of Reason, gue gak tau kalau bakal ada film ketiganya yang berjudul Bridget Jones’ Baby ini. Gak tau deh pas lagi ngobrolin apa, terus baru tau kalau ada film barunya.

Film pertamanya sendiri dirilis tahun 2001, sekitar 15 tahun yang lalu. Sedangkan film keduanya dirilis tahun 2004. Wajar kalau pas film ketiganya ini muncul, gue udah lupa sama sekali kisah cinta Bridget ini. Apalagi stasiun TV-TV lokal di sini kayaknya gak pernah nayangin film romantis komedi yang satu ini. Makin gak kebayang aja jadinya.

Bridget Jones' Baby movie poster

Bridget Jones’ Baby movie poster

Gue sempet watir, gimana kalau karena lupa terus gue gak bisa ngikutin jalan cerita filmnya yang baru? Atau bagaimana kalau gue masang ekspektasi yang sama karena film kesatu dan keduanya bagus. Akankah gue kecewa? Tapi yah.. namanya juga udah nonton 2 film sebelumnya… masa film lanjutannya gak nonton? Karenanya, begitu film Bridget Jones’ Baby ini rilis, gue langsung semangat nonton. Dan syukurlah, walaupun udah lupa cerita di film-film sebelumnya, masih tetap bisa ngikutin cerita di film ini.

—–spoiler start here—–

Film ini bercerita tentang Bridget Jones, yang udah 43 tahun masih single aja… Sedih gak sih? Ngerayain ulang tahun pun sendirian. 😦 Kalau itu belum cukup, dia datang ke pemakaman Daniel (cowok yang sebelumnya ada di kedua filmnya) dan mendapati pria aka mantan pacarnya, Mark, itu sudah punya istri.

Merasa sedih, temen baik yang melihatnya pun berusaha bikin dia supaya nyari cowok. Diajaklah ke festival musik. Ceritanya mau have fun gitu… siapa tau ketemu cowok.

Eh, pas lagi di event itu, Bridget terjatuh pas bawa koper, dan ditolonglah oleh seorang pria ganteng bernama Jack. Singkat cerita, Bridget had lust at first sight dan “begituan”lah mereka.

Terus besoknya.. udah deh Bridget pergi. Sekembalinya dari sana, beberapa hari kemudian, Bridget harus menghadiri acara jadi orang tua baptis. Di sini dia ketemu Mark lagi. Tergodalah mereka dan “begituan” karena katanya Mark udah cerai.

Merasa takut hubungan kayak dulu lagi, Bridget pun ninggalin Mark. Gak lama setelah itu, Bridget pun mendapati dirinya hamil. Binging dong siapa ayah dari bayi tersebut? Abisnya “begituan”nya berdekatan harinya. Dan dokter kandungan gak bisa ngecek kecuali lewat tes DNA. Tapi harus pakai jarum suntik gede. Bridget gak mau.

Akhirnya dia hamil tanpa tau siapa ayah dari bayinya. Jadinya double date sampai suatu saat ketahuan. Triple datelah mereka dan Bridget menceritakan hal yang sesungguhnya.

Alih-alih marah, keduanya pengertian. Mereka berusaha mau jadi ayah yang baik buat calon bayinya. Segala cara dilakukannya ampe ujung-ujungnya jadi bersaing.

Mark ninggalin Bridget dan Bridget sadar, dia selalu cinta Mark selama ini dan susah buat mencintai Jack walaupun udah baik banget.

Jack pun pergi dan Bridget sendirian lagi.. hingga suatu saat Mark sadar akan kesalahannya dan kembali ke Bridget pas air ketuban Bridget pecah. Alhasil dia cepet-cepet bawa ke rumah sakit. Dengan ditolong Jack.

Setelah nunggu lama, akhirnya bayinya lahir. Dari situ bisa tes DNA.

Nah ayah bayinya siapa? Mark atau Jack? Apakah mereka akan menikah? Tonton aja ya filmnya biar penasaran.

—–spoiler end here—–

Kalau gue nulis ceritanya begini sih gak ada lucu-lucunya. Mesti nonton filmnya karena banyak istilah-istilah, kata-kata, dan act out yang bikin ngakak sepanjang film. Mulai dari scene Ed Sheeran, Mark yang canggung, dll. Jago yang bikin scriptnya. Jago bikin penonton ngakak dan emosinya tetap diombang-ambing karena ada bagian yang mengharukannya juga.

Banyak soundtrack-soundtrack bagus di film ini (yang sekarang udah jarang terdengar di film-film action). Salah satunya adalah lagu Ellie Goulding yang berjudul Still Falling For You. Nyeesss banget deh liriknya sama isi filmnya sama. And she’s always good dalam mengisi soundtrack film-film yang ada romansanya seperti ini. Sebut saja Divergent, Fifty Shades of Grey, dan sekarang Bridget Jones’ Baby.

Apakah film Bridget Jones’ Baby ini layak ditonton? Jawabnya, iya… gak pake lama. Bahkan yang galau pun nonton film ini, galaunya bakalan hilang. Atau mungkin yang butuh spark-spark baru sama pasangannya juga bisa nonton ini. Yang hubungannya lancar-lancar juga boleh banget nonton ini. Abis nonton film ini, jadi berasa yes, there’s still love out there.

Sayang banget jam tayangnya dikit banget ini di bioskop-bioskop. Malah ada bioskop yang gak nayangin.. Semoga sampai minggu depan masih ditayangin. Kalau ada waktu, pengen nonton lagi. Bagus banget sih filmnya 🙂

Nonton Film Pete’s Dragon

Film Disney yang paling keren tahun ini apa? Gue bisa jawab,”Pete’s Dragon!” dengan lantang.

Source : Google

Dari segi inti cerita mungkin biasa aja, sama seperti film anak-anak lainnya pada umumnya. Pete yang kehilangan kedua orang tuanya, ketemu naga di hutan, gak diapa-apain, kemudian mereka jadi teman bertahun-tahun, ketahuan penduduk, sampai akhirnya misi penyelamatan naga biar gak diapa-apain sama penduduk.

https://youtu.be/fPOamb6d_20

Tapi ada suatu magical di film ini yang bikin gue suka banget. Entah karena kebetulan nontonnya di The Premiere, jadinya gambarnya terang dan jernih sekali seolah-olah beneran lagi ada di hutan tersebut. Atau bisa juga audionya yang bagus banget. Itu dari segi eksternal.

Dari segi internal, gak dapat dipungkiri akting para pemainnya pol.Simple tapi pol sehingga berasa chemistry satu sama lain. Kecuali chemistry Gavin sama istrinya. Gak berasa kayak pasangan suami istri 😀 Akting Pete dan teman ceweknya juga patut diacungi jempol.

Selain itu, backsoundnya. Sesuai dengan settingnya yang masih khas kota kecil, lagu-lagunya juga bertema Country. Ada salah satu lagu favorit gue yang dinyanyikan Andrew dan biolanya dimainkan oleh Lindsey. Judulnya Something Wild. Musiknya asyik.

https://youtu.be/I2lVEiwKVFM

Ditambah lagi script yang bagus yang mendukung film ini berasa lebih nyata.

Dan ini yang gue suka. Makna tersirat di film ini. Film yang bagus gak seharus ada makna di balik film tersebut. Tapi kalau ada, ya bagus sih. Cuma kadang-kadang terkesan maksa harus ada maknanya dan kadang begitu-begitu aja. 

Di film ini yang paling kentara adalah tentang menjaga hutan. Hal ini jarang sekali dilakukan orang-orang sekarang. Gak care.. gak peduli. Maka di film ini digambarkan kalau menebang pohon-pogon hutan itu merusak pohon dan tempat tinggal binatang.

Gue bener-bener menikmati nonton film ini dari awal sampai akhir, walau cukup banyak meweknya 😀 Banyak adegan sedih dan mengharukan sih. Tapi yang kocaknya juga ada. Film ini cocok ditonton semua kalangan umur.

Once again, Disney sukses membawa keajaiban di filmnya. I’m impressed 🙂

Nonton Film Sully

Udah lama gak ngereview film nih…

Kali ini gue mau review film Sully. Kalau diliat dari poster filmnya, kirain ini film plane crash. But no, ini bukan film tentang plane crash. Ini film tentang crash landing. Dimana kelihatannya ada sedikit perbedaan dengan plane crash. Kalau crash landing, udah mendarat darurat tapi penumpangnya selamat.

Film Sully ini diangkat dari kisah nyata. Kalau kamu ngegoogling, kamu bisa lihat referensinya di US Airways Flight 1549 atau Miracle on The Hudson.

Ceritanya tentang seorang pilot bernama Chesley Sullenberger atau yang lebih dikenal dengan Sully, yang terbang dari LaGuardia airport menuju Charlotte Douglas airport bersama 154 awak lainnya. Keadaan berjalan mulus, sampai tiba-tiba ada sekumpulan burung yang terbang menghantam jendela dan kipas pesawat sampai rusak dua-duanya…

Kalau udah kayak gitu, pesawat udah gak mungkin terbang jauh, maka harus segera dilakukan pendaratan darurat. Nah, Sully, beserta co-pilotnya Jeffery Skiles, harus memikirkan gimana caranya supaya bisa mendarat dengan selamat dengan kondisi pesawat udah kayak gitu. Ada 3 opsi dan Sully memilih yang ketiga. Untungnya Sully ini orangnya cepat tanggap, optimis, dan dengan berbagai pengalaman terdahulunya, dia jadi bisa mengambil keputusan yang tepat dengan mengambil opsi ke-3, yaitu mendarat di Sungai Hudson.

Yak, Sully ini sudah berpengalaman menjadi pilot selama 40 tahun. Dia juga pernah bekerja di bidang militer, kalau gak salah sebagai pilot AU, seperti yang sempat digambarkan dalam salah satu scene. Jadinya udah tau seluk-beluk penerbangan.

Akhirnya pesawat pun mendarat dengan selamat dan dengan bantuan polisi kelautan, helicopter, dll, semua 155 penumpang termasuk pilot dan co-pilotnya selamat. Padahal waktu itu lagi musim dingin juga…

Nah, di film ini gak menceritakan cuma kejadian itu tok. Tapi juga pasca kejadian. Apa yang dilakukan Sully beserta Jeff dianggap sebagai kelalaian mengabaikan kemungkinan kalau pesawat bisa mendarat dengan sempurna tanpa kerusakan apapun kalau balik ke LaGuardia airport atau Teterboro airport, dilihat dari simulasi komputer.

Kebayang dong gimana perasaan Sully. Istilahnya udah nyelamatin banyak orang, masih harus diadili karena kejadian tersebut. Padahal penumpangnya pada menganggap dia pahlawan.

Akhirnya Sully dibantu dukungan co-pilotnya, Jeff, memikirkan bagaimana caranya supaya jangan sampai keputusan akhir pengadilan menyatakan dia bersalah.

Nah, penasaran kan gimana kisah akhir cerita Sully di film ini? Makanya nonton aja. Raaammmeee..

Walaupun film Sully ini termasuk dalam kategori film drama, tapi bukan drama yang sepanjang film ngomong terus sampai penontonnya bisa-bisa ketiduran 😀 Masih inget film Flight? Film ini sedikit mirip dengan film tersebut di mana sang pilot berhasil mendaratkan pesawat terbang dalam kondisi kritis dan menyelamatkan para penumpangnya.

Bedanya kalau film Flight itu rame dan tegang di awal film, sisanya ngomong terus sampai film beres. Kalau film Sully ini alurnya maju-mundur-maju-mundur. Jadi mungkin di saat udah mau mulai ngantuk ngomong mulu, tiba-tiba flashback kejadiannya, terus balik lagi ke pasca kejadian, ngomong lagi, terus flashback lagi.. Pas flashbacknya itu gak digambarin langsung semuanya. Bertahap. Makanya walaupun ini film drama, penonton gak dikasih ruang waktu untuk be right back tidur 5 menit dulu atau malah mainin HP lama-lama. 🙂 Entar kelewat banyak scene menarik atau kelewatan ceritanya yang bagus.

Sutradara Clint Eastwood (yang juga merupakan aktor terkenal), menurut gue amat sukses mengarahkan para pemainnya. Semua aktingnya pol, berasa chemistrynya satu sama lain. Apalagi Tom Hanks yang berperan sebagai Sully. Setelah beres film ada post-credit scene di mana pilot yang asli beserta para penumpangnya ada di situ. Gue liat sosok Sully. Ganteng, karismatik, berwibawa, dan optimistik. Tom Hanks berhasil memerankan sosok Sully yang asli. Kemudian backsound, script, dan juga pengambilan gambarnya. Sungguh real seperti pas kejadian tersebut. Ketika penggabungan foto dan video yang diambil dari aslinya, nyaris tidak terlihat kalau di film ini adalah buatan filmnya.

Source : Google

Source : Google

Hanya ada beberapa pertanyaan yang terlintas di kepala gue:

  1. Di awal film digambarkan pesawatnya crash nabrak gedung. Tapi aslinya fine-fine aja… Gak ada nabrak gedung. Kenapa Sully sempat membayangkan hal tersebut ya? Atau ada gambaran scene seperti itu?
  2. Mendekati akhir film di persidangan akhir ada scene Sully tetelponan sama istrinya, terus istrinya itu kelihatan kayak lagi ngepak barang. Itu sebenernya maksudnya gimana? Istrinya tadinya berpikir mau meninggalkan Sully dan rumahkah? Mengingat di awal film sempat diceritakan masalah keuangan keluarga juga.
  3. Di post-credit scene itu sebenarnya ada Jeff Skiles, sang co-pilot yang asli juga gak? Gue cuma noticenya Sully saja. Karena buat gue, Jeff juga pahlawan, udah ngebantuin Sully dalam membuat keputusan pas kejadian tersebut.

Terlepas dari pertanyaan-pertanyaan tadi, sekali lagi, menurut gue ini film bagus.

Buat yang mau nonton film ini, please agak-agak baca sinopsisnya dulu… Paling enggak tau kalau ini diangkat dari kisah nyata. Karena sebelah gue pas nonton bolak-balik komentar terus… “Ini nyata gak sih? Dari buku?” atau “kenapa kok dia begini dan begitu?” atau pas ngeliat reaksi penumpang yang happy karena selamat malah komentar “kok dia seneng amat sih?” Rasanya pengen gue terangin semuanya ke dia. Belum pernah ngalamin turbulence kali ya?

Bisa jadi gue bilang film ini bagus juga, di luar hal-hal bagus yang gue sebutkan di atas, karena gue pernah mengalami turbulence hebat ketika naik pesawat, sampai-sampai pas ngumumin ke penumpang, suara pramugarinya bergetar kemudian hilang, gak sampai ngeberesin kalimatnya. Pesawatnya gak berenti bergetar naik-turun kayak lagi naik rollercoaster. Dan itu berlangsung selama 2 jam. Jadi gue bisa ngerasain gimana rasanya bahagianya ketika pesawatnya sudah mendarat. (lho kok malah curcol? :))

Anyway… di tengah film-film lainnya yang sedang beredar saat ini, mulai dari film anak-anak sampai film zombie, film Sully ini bisa dijadikan pilihan untuk ditonton 🙂

Nonton Film Now You See Me 2

Assyyiiikk.. Akhirnya ada film bagus tayang lagi di bioskop. Now You See Me 2 ini beneran keren abis.. Padahal, awalnya nonton sih karena kepengen liat Mark Ruffalo-nya. Kerennn.. ihiihihi :p Dan yah.. sejujurnya gue bukan penggemar film pertamanya karena liat sulapnya berasa mission impossible banget.. Gue tertarik nonton film pertamanya karena pertama-tama ada Mark Ruffalo-nya (yes definitely), dan yang kedua karena filmnya tentang sulap-sulap gitu, which is gue selalu tertarik sih.:)

Pas mau nonton Now You See Me 2 ini, gue kirain bakalan biasa aja penontonnya. Gak taunya ya ampuuunn penuhnyaaa ampe barisan depan. Tapi saking pengen nonton ni film, akhirnya gue bela-belain deh nonton 3 baris dari depan. Dan ternyata gak nyesel bela-belain nonton dengan duduk sambil kepala ngedongak gitu. Soalnya filmnya bagus bangett.. (yes, I’ve said it already :))

Mark Ruffalo-nya makin gantengg… (teuteup) dan pemain-pemain lainnya aktingnya makin pol aja. Chemistry-nya berasa. Seolah-olah Horsemen ini udah sobatan lama. Dan gimana perasaan Dylan yang masih meratapi kematian ayahnya selama 30 tahun.

Bahkan Lula, pemain pengganti Isla Fisher yang awal film gue langsung “umm.. nape diganti sih?”.. tapi gak lama nonton, langsung,”wah oke juga aktingnya…” Lebih bagus sih, imo.. Atau mungkin memang disesuaikan dengan karakter tokohnya yang cuek-cuek gitu.

Udah gitu.. yang paling menarik di sini adalah trik sulapnya. Gue tau ini film tapi buat gue wow aja.. Sukses bisa bikin menganga, apalagi pas adegan trik sulap hujan itu. Trik sulapnya mirip dengan sulap-sulap yang suka gue liat di TV, seperti kecepatan tangan. But they played it very well, I was still amused and totally happy like I watched a magic trick for a first time in life. Yep, seberhasil itu mereka memainkan sulapnya. Angle-nya pas juga, backsoundnya juga, dan scenery-nya. T-o-p b-g-t deh. 🙂

Gue mau ceritain filmnya di bawah ini. Spoiler warning banget. Jadi buat yang belum nonton, dilewat aja yaaa…

—–spoiler start here—–
Film ini diawali dengan kejadian Lionel Shrike yang gagal keluar dari brankas pas trik sulap zaman Dylan masih kecil. Yang bikin Dylan terpukul berat, terus ada prolognya juga. Nah ini yang gue suka.. Digambarin prolog walau cuma bentar juga. Jadi sekalipun gak nonton film yang pertamanya, kalau nonton yang kedua ini masih tetap bisa ngerti.
Lanjut bertahun-tahun kemudian, kira-kira setahun setelah Four Hoursemen menghilang dari peredaran karena dianggap buronan,

Muncullah Atlas yang berbicara dengan The Eye kalau dia udah bosen sembunyi-sembunyi terus. Mana Dylan gak ngasih aba-aba atau apa kek biar dia bebas keluar. (oke sejauh ini gue baru tau kalau The Eye itu bukan Dylan, tapi orang lain).

Terus diem-diem Atlas ini juga pengen jadi pemimpin Four Horsemen. Nah kata The Eye,”sabar aja ya. Terus aja berusaha.”

Udah kayak kerja di kantoran minta naik gaji atau promosi aja ya.. Kalau dirasa atasan belum cocok/siap, jawabannya pasti gitu. (lho kok malah curcol :p)

Jadinya Atlas ini pulang ke apartemennya dengan merasa bête.. Eh.. pas nyampe, lho kok pintunya kebuka. Ternyata di dalamnya ada cewek gitu… Pas lagi ngobrol-ngobrol, ceweknya mendadak hilang. Ya udah lah ya..

Lanjut Atlas pegi ketemu temen-temennya Merrit and Jack yang lagi latihan main kartu. Ceritanya mereka mau ketemu Dylan setelah sekian lama “diterlantarkan”.

Nah, di sini, ternyata cewek itu dijadiin anggota baru Four Horsemen sama Dylan. Namanya Lula, ngegantiin Henley. Langsung deh mereka dikasih tugas baru.

Tugasnya something to do with Octa. Gue agak-agak lupa detailnya. Nah, pas mulai masuk gedung, triknya udah mulai dilakukan. Dengan kecepatan tangan dan ekspresi coolnya, bener-bener bikin kagum…

Nah, udah gitu ketiga Horsemen muncul di public. Tapi tiba-tiba ada kejadian gak terduga. Macam disabotase gitu pertunjukkannya. Ketahuanlah kalau Jack masih hidup (karena di film pertama yg orang2 tau dia udah meninggal) dan Dylan adalah pimpinannya. Padahal ada FBI di situ. Kejar-kejaran deh.

Dylan berhasil melarikan diri. Sedangkan Horsemen juga berhasil meloloskan diri dan masuk ke dalam pipa. Mereka pikir masuk ke truk sesuai arahan Dylan. Eh ga taunya dibawa pergi dan bangun-bangun di Macau.

Dalang dari semua perbuatan ini ternyata adalah Walter (yang diperankan Daniel Radcliffe). Dia pengen Horsemen nyuri chip komputer yang kalau dibuka orang lain, bisa-bisa tau jeleknya dia.

Horsemen yang awalnya gak setuju, akhirnya setuju. Terus buat beli peralatan sulap, mereka ke toko sulap Cina. Di sini ketemu seorang nenek dan Li (yang diperankan Jay Chou).

Singkat cerita, pas hari H mulailah aksi pencurian chip. Asli keren banget kecepatan tangan di sini. Bikin woooww banget 🙂
Terus setelah dioper sana-sini, berhasil juga.

Atlas bikin janji sama orang kalau dia bawa chip itu, dia bisa pulang sama Horsemen. Pas dia nunggu, dia ketemu Dylan (setelah ngebebasin Thaddeus). Terus debat. Eh tiba-tiba Walter datang. Ternyata dia adalah “The Eye”. Lho kok jahat ya?

Terlepas dari kebingungan itu, Dylan nyuruh Atlas lari, terus dia berantem.. Eh ujung-ujungnya ketangkep, terus ketemulah dia dengan Arthur lagi yang ternyata adalah ayah Walter.
Karena gak suka dulu uang Arthur dibagi-bagi ke orang dan namanya jadi jelek, Dylan dimasukin ke brankas yang mirip ayahnya dulu beraksi dan ditenggelamin. Tapi syukurlah dia punya jarum dari jam ayahnya yang dikasih nenek di toko sulap tua. Selamat deh bisa keluar. Terus ke permukaannya ditolong Atlas.

Biar Walter dan Arthur gak macam-macam, mereka bikin rencana. Pelaksanaannya di London pas malam tahun baru. Nah, pas pembukaan pelaksanaan ini yang keren banggett.. emang sih efek film, tapi tetep aja keren. Paling suka trik Jack dan Atlas. Yang pas ujan gitu.. dentumannya pas banget sama mulai efeknya. Itu gue reflek nganga. Keren banggett 🙂

Tapi yah gitu deh.. rencana gagal sama Walter dan Arthur. Dikirain Dylan dan Horsemen udah kalah eh ternyata itu trik mereka. Ujung-ujungnya yang jahat tetap ketangkep.

Film belum berakhir karena masih ada 2 twist ending di akhir film termasuk siapakah The Eye sebenarnya. Kalau dispoiler di sini semua, sayang ya.. mendingan nonton filmnya. 🙂
—–spoiler end here—–

Gak tau kenapa kalau gue liat review-review film ini di website dan socmed lainnya pada jelek-jelek. Kata kebanyakan orang bagusan film pertamanya.
Tapi buat gue beda. Kalau gue pribadi SUKA banget sama film ini. Keren maksimal. I see this movie as a whole story, not just a minor things like aktor yang menurut gue gak cocok atau jalan ceritanya. Nope.. not that.
Makanya kalau buat gue, film ini bagus banget dan berhasil memukau gue. Pengen nonton lagi jadinya 🙂

Dan katanya sih Now You See Me 3 bakalan ada. Wahh.. trik apa lagi ya yang bakal ditunjukkin?

Now You See Me 2 Trailer

Nonton Film The Jungle Book

The Jungle Book.
Sesungguhnya gue belum pernah nonton film kartunnya… (oke, pernah liat sekilas doang sih) dan juga gak pernah baca bukunya.

Gue tau film/buku The Jungle Book ini sejak kecil, tapi gue gak pernah tau ceritanya tentang apa. Gue malah sempet berpikir ceritanya tentang Tarzan yang masih anak-anak. >.<

Lalu.. apa yang membuat gue tertarik untuk nonton filmnya? Bukan karena ini film Disney's, tapi karena trailernya yang memukau. Bisa diliat di video di bawah ini.

Dikarenakan excited ngeliat trailernya, akhirnya nonton deh filmnya 🙂

—–spoiler start here—–
Ceritanya tentang seorang anak laki-laki bernama Mowgli yang ditemukan seekor panther hitam bernama Bagheera yang kemudian dirawat oleh sekelompok serigala.

Namanya juga makhluk hidup. Untuk bertahan hidup, apalagi di hutan, butuh kawanan. Nah, Bagheera ini berpikir Mowgli aman dirawat sama serigala karena Akela, pemimpinnya itu, bijak.

Sayangnya ada harimau bernama Shera Khan gak suka sama Mowgli ini gara-gara bapaknya dulu bikin wajahnya meninggalkan bekas luka. Bete dia. Jadinya dia pengen Mowgli gak ada untuk selamanya. Sebetulnya sih karena takut jadi dewasa dan kelakuannya mirip bapaknya atau orang-orang yang bikin hutan rusak dengan api.

Jadinya Mowgli dikejer-kejer deh sama Shere Khan. Mowgli ga aman lagi di kawanan serigala. Supaya gak nyusahin kawanan serigala, Mowgli pun memutuskan pergi
didampingi Bagheera. Bagheera pengen nganter Mowgli ke kawanan
manusia, supaya aman di sana.

Di sini banyak petualangan terjadi. Termasuk ketemu ular gede yang
kayak anaconda bernama Kaa, orang utan besar bernama King Louie.

Tapi
yang menarik pas ketemu beruang gede pemalas tapi baik hati dan lucu
bernama Baloo.
Dia yang ngebantu nyelamatin Mowgli dari bahaya juga. Terus minta
imbalan diambilin madu. Jadi inget Winnie The Pooh, suka madu 🙂

Tapi yah Shere Khan gak tenang kalau Mowgli masih idup. Dia jadi
ngejaga kawanan serigala. Waktu Mowgli tau apa yang terjadi sama
Akela, dia balik lagi ke hutan setelah sempat ke desa manusia
sebentar.

Di situlah pertarungan sengit antara Shere Khan, Baloo, Bagheera,
kawanan serigala, sampai Mowgli terjadi.
Ending filmnya seperti apa, ditonton aja ya 🙂
—–spoiler end here—–

Nonton film The Jungle Book ini kalau buat gue antara suka dan gak suka.

Sukanya :
+ Neel Sethi yang berperan sebagai Mowgli benar-benar keren
aktingnya… Pintar, cerdik, lincah, cekatan.. Pendalaman aktingnya keren
sehingga seolah-olah dia udah beneran lama tinggal di hutan. Cara
ngomongnya pas bete, takut, senang..

Gak kebayang yah kalau akting dia banyak di green screen.. Berarti
kayak ngomong sendiri istilahnya. Hebat banget kan.. Berasa real.
Film
ini terselamatkan dengan aktingnya kalau menurut gue.
Kalau gue cek di IMDB, dia baru ngebintangin 2 film sama The Jungle
Book ini, tapi aktingnya keren gitu. Moga-moga ke depannya sukses di
perfilman Hollywood. 🙂

+ CGI yang luar biasa. Binatang-binatangnya terlihat real. Detailnya
jelas. Penggambaran hutannya juga luar biasa bagus.

+ Pesan moralnya gak melulu cuma pertemanan, persahabatan, keluarga.
Tapi juga tentang mencintai lingkungan. Hewan juga makhluk hidup. Jadi
jangan sembarangan bakar hutan karena mereka bisa mati. Kalau yang gue
tangkep pesan moral intinya ini.

Gak sukanya :
– Ceritanya… Yah namanya juga film anak-anak. Hampir mirip-mirip
dengan film lainnya. Gue malah keingetan The Good Dinosaur. Jadi
nontonnya berasa nothing new dari segi cerita. Tapi mungkin dulu di
buku ceritanya juga seperti ini ya 🙂 Guenya aja yang gak pernah tau.

– Tiap ganti scene, layarnya jadi putih cukup lama. Jadi kesannya
dipotong-potong aja. Ngingetin gue sama film Batman v Superman.

– Mowgli itu anak manusia. Kok gak mau sih datang ke desa manusia
paling gak buat say hi. Kalau malam-malam menakutkan karena pada bikin
api unggun, kenapa gak siang-siang. Malah tetep pengen tinggal di
hutan. Gak ada salahnya pada akhirnya memutuskan tinggal di hutan.
Cuma berasa ada yang kurang aja nontonnya karena gak mau interaksi
dengan manusia sama sekali.

– Lagunya gak memorable. (ini masalah selera sih)

Overall, film ini cukup oke buat ditonton dan oke banget buat ditonton
anak-anak. Children should watch this. Sedih liat bioskop yang nonton
gak sampai 30 orang.

It’s a good Disney’s movie. Go watch with family or all loved ones 🙂