Nonton Film Bridget Jones’ Baby

Sebagai penyuka film Bridget Jones’ Diary dan Bridget Jones : The Edge of Reason, gue gak tau kalau bakal ada film ketiganya yang berjudul Bridget Jones’ Baby ini. Gak tau deh pas lagi ngobrolin apa, terus baru tau kalau ada film barunya.

Film pertamanya sendiri dirilis tahun 2001, sekitar 15 tahun yang lalu. Sedangkan film keduanya dirilis tahun 2004. Wajar kalau pas film ketiganya ini muncul, gue udah lupa sama sekali kisah cinta Bridget ini. Apalagi stasiun TV-TV lokal di sini kayaknya gak pernah nayangin film romantis komedi yang satu ini. Makin gak kebayang aja jadinya.

Bridget Jones' Baby movie poster

Bridget Jones’ Baby movie poster

Gue sempet watir, gimana kalau karena lupa terus gue gak bisa ngikutin jalan cerita filmnya yang baru? Atau bagaimana kalau gue masang ekspektasi yang sama karena film kesatu dan keduanya bagus. Akankah gue kecewa? Tapi yah.. namanya juga udah nonton 2 film sebelumnya… masa film lanjutannya gak nonton? Karenanya, begitu film Bridget Jones’ Baby ini rilis, gue langsung semangat nonton. Dan syukurlah, walaupun udah lupa cerita di film-film sebelumnya, masih tetap bisa ngikutin cerita di film ini.

—–spoiler start here—–

Film ini bercerita tentang Bridget Jones, yang udah 43 tahun masih single aja… Sedih gak sih? Ngerayain ulang tahun pun sendirian. 😦 Kalau itu belum cukup, dia datang ke pemakaman Daniel (cowok yang sebelumnya ada di kedua filmnya) dan mendapati pria aka mantan pacarnya, Mark, itu sudah punya istri.

Merasa sedih, temen baik yang melihatnya pun berusaha bikin dia supaya nyari cowok. Diajaklah ke festival musik. Ceritanya mau have fun gitu… siapa tau ketemu cowok.

Eh, pas lagi di event itu, Bridget terjatuh pas bawa koper, dan ditolonglah oleh seorang pria ganteng bernama Jack. Singkat cerita, Bridget had lust at first sight dan “begituan”lah mereka.

Terus besoknya.. udah deh Bridget pergi. Sekembalinya dari sana, beberapa hari kemudian, Bridget harus menghadiri acara jadi orang tua baptis. Di sini dia ketemu Mark lagi. Tergodalah mereka dan “begituan” karena katanya Mark udah cerai.

Merasa takut hubungan kayak dulu lagi, Bridget pun ninggalin Mark. Gak lama setelah itu, Bridget pun mendapati dirinya hamil. Binging dong siapa ayah dari bayi tersebut? Abisnya “begituan”nya berdekatan harinya. Dan dokter kandungan gak bisa ngecek kecuali lewat tes DNA. Tapi harus pakai jarum suntik gede. Bridget gak mau.

Akhirnya dia hamil tanpa tau siapa ayah dari bayinya. Jadinya double date sampai suatu saat ketahuan. Triple datelah mereka dan Bridget menceritakan hal yang sesungguhnya.

Alih-alih marah, keduanya pengertian. Mereka berusaha mau jadi ayah yang baik buat calon bayinya. Segala cara dilakukannya ampe ujung-ujungnya jadi bersaing.

Mark ninggalin Bridget dan Bridget sadar, dia selalu cinta Mark selama ini dan susah buat mencintai Jack walaupun udah baik banget.

Jack pun pergi dan Bridget sendirian lagi.. hingga suatu saat Mark sadar akan kesalahannya dan kembali ke Bridget pas air ketuban Bridget pecah. Alhasil dia cepet-cepet bawa ke rumah sakit. Dengan ditolong Jack.

Setelah nunggu lama, akhirnya bayinya lahir. Dari situ bisa tes DNA.

Nah ayah bayinya siapa? Mark atau Jack? Apakah mereka akan menikah? Tonton aja ya filmnya biar penasaran.

—–spoiler end here—–

Kalau gue nulis ceritanya begini sih gak ada lucu-lucunya. Mesti nonton filmnya karena banyak istilah-istilah, kata-kata, dan act out yang bikin ngakak sepanjang film. Mulai dari scene Ed Sheeran, Mark yang canggung, dll. Jago yang bikin scriptnya. Jago bikin penonton ngakak dan emosinya tetap diombang-ambing karena ada bagian yang mengharukannya juga.

Banyak soundtrack-soundtrack bagus di film ini (yang sekarang udah jarang terdengar di film-film action). Salah satunya adalah lagu Ellie Goulding yang berjudul Still Falling For You. Nyeesss banget deh liriknya sama isi filmnya sama. And she’s always good dalam mengisi soundtrack film-film yang ada romansanya seperti ini. Sebut saja Divergent, Fifty Shades of Grey, dan sekarang Bridget Jones’ Baby.

Apakah film Bridget Jones’ Baby ini layak ditonton? Jawabnya, iya… gak pake lama. Bahkan yang galau pun nonton film ini, galaunya bakalan hilang. Atau mungkin yang butuh spark-spark baru sama pasangannya juga bisa nonton ini. Yang hubungannya lancar-lancar juga boleh banget nonton ini. Abis nonton film ini, jadi berasa yes, there’s still love out there.

Sayang banget jam tayangnya dikit banget ini di bioskop-bioskop. Malah ada bioskop yang gak nayangin.. Semoga sampai minggu depan masih ditayangin. Kalau ada waktu, pengen nonton lagi. Bagus banget sih filmnya 🙂

Nonton Film The Jungle Book

The Jungle Book.
Sesungguhnya gue belum pernah nonton film kartunnya… (oke, pernah liat sekilas doang sih) dan juga gak pernah baca bukunya.

Gue tau film/buku The Jungle Book ini sejak kecil, tapi gue gak pernah tau ceritanya tentang apa. Gue malah sempet berpikir ceritanya tentang Tarzan yang masih anak-anak. >.<

Lalu.. apa yang membuat gue tertarik untuk nonton filmnya? Bukan karena ini film Disney's, tapi karena trailernya yang memukau. Bisa diliat di video di bawah ini.

Dikarenakan excited ngeliat trailernya, akhirnya nonton deh filmnya 🙂

—–spoiler start here—–
Ceritanya tentang seorang anak laki-laki bernama Mowgli yang ditemukan seekor panther hitam bernama Bagheera yang kemudian dirawat oleh sekelompok serigala.

Namanya juga makhluk hidup. Untuk bertahan hidup, apalagi di hutan, butuh kawanan. Nah, Bagheera ini berpikir Mowgli aman dirawat sama serigala karena Akela, pemimpinnya itu, bijak.

Sayangnya ada harimau bernama Shera Khan gak suka sama Mowgli ini gara-gara bapaknya dulu bikin wajahnya meninggalkan bekas luka. Bete dia. Jadinya dia pengen Mowgli gak ada untuk selamanya. Sebetulnya sih karena takut jadi dewasa dan kelakuannya mirip bapaknya atau orang-orang yang bikin hutan rusak dengan api.

Jadinya Mowgli dikejer-kejer deh sama Shere Khan. Mowgli ga aman lagi di kawanan serigala. Supaya gak nyusahin kawanan serigala, Mowgli pun memutuskan pergi
didampingi Bagheera. Bagheera pengen nganter Mowgli ke kawanan
manusia, supaya aman di sana.

Di sini banyak petualangan terjadi. Termasuk ketemu ular gede yang
kayak anaconda bernama Kaa, orang utan besar bernama King Louie.

Tapi
yang menarik pas ketemu beruang gede pemalas tapi baik hati dan lucu
bernama Baloo.
Dia yang ngebantu nyelamatin Mowgli dari bahaya juga. Terus minta
imbalan diambilin madu. Jadi inget Winnie The Pooh, suka madu 🙂

Tapi yah Shere Khan gak tenang kalau Mowgli masih idup. Dia jadi
ngejaga kawanan serigala. Waktu Mowgli tau apa yang terjadi sama
Akela, dia balik lagi ke hutan setelah sempat ke desa manusia
sebentar.

Di situlah pertarungan sengit antara Shere Khan, Baloo, Bagheera,
kawanan serigala, sampai Mowgli terjadi.
Ending filmnya seperti apa, ditonton aja ya 🙂
—–spoiler end here—–

Nonton film The Jungle Book ini kalau buat gue antara suka dan gak suka.

Sukanya :
+ Neel Sethi yang berperan sebagai Mowgli benar-benar keren
aktingnya… Pintar, cerdik, lincah, cekatan.. Pendalaman aktingnya keren
sehingga seolah-olah dia udah beneran lama tinggal di hutan. Cara
ngomongnya pas bete, takut, senang..

Gak kebayang yah kalau akting dia banyak di green screen.. Berarti
kayak ngomong sendiri istilahnya. Hebat banget kan.. Berasa real.
Film
ini terselamatkan dengan aktingnya kalau menurut gue.
Kalau gue cek di IMDB, dia baru ngebintangin 2 film sama The Jungle
Book ini, tapi aktingnya keren gitu. Moga-moga ke depannya sukses di
perfilman Hollywood. 🙂

+ CGI yang luar biasa. Binatang-binatangnya terlihat real. Detailnya
jelas. Penggambaran hutannya juga luar biasa bagus.

+ Pesan moralnya gak melulu cuma pertemanan, persahabatan, keluarga.
Tapi juga tentang mencintai lingkungan. Hewan juga makhluk hidup. Jadi
jangan sembarangan bakar hutan karena mereka bisa mati. Kalau yang gue
tangkep pesan moral intinya ini.

Gak sukanya :
– Ceritanya… Yah namanya juga film anak-anak. Hampir mirip-mirip
dengan film lainnya. Gue malah keingetan The Good Dinosaur. Jadi
nontonnya berasa nothing new dari segi cerita. Tapi mungkin dulu di
buku ceritanya juga seperti ini ya 🙂 Guenya aja yang gak pernah tau.

– Tiap ganti scene, layarnya jadi putih cukup lama. Jadi kesannya
dipotong-potong aja. Ngingetin gue sama film Batman v Superman.

– Mowgli itu anak manusia. Kok gak mau sih datang ke desa manusia
paling gak buat say hi. Kalau malam-malam menakutkan karena pada bikin
api unggun, kenapa gak siang-siang. Malah tetep pengen tinggal di
hutan. Gak ada salahnya pada akhirnya memutuskan tinggal di hutan.
Cuma berasa ada yang kurang aja nontonnya karena gak mau interaksi
dengan manusia sama sekali.

– Lagunya gak memorable. (ini masalah selera sih)

Overall, film ini cukup oke buat ditonton dan oke banget buat ditonton
anak-anak. Children should watch this. Sedih liat bioskop yang nonton
gak sampai 30 orang.

It’s a good Disney’s movie. Go watch with family or all loved ones 🙂

Nonton Film The Divergent : Allegiant

Weekend kemarin gue nonton salah satu flm yang udah ditunggu-tunggu kelanjutannya, yaitu The Divergent: Allegiant.

Antriannya ya ampuuunnn… panjangnya… Kalau udah liat antrian panjang kayak gini dan lagi males ngantri, suka kepikiran buat bikin M-Tix (atau mungkin sekarang disebutnya Movie Card). Tapi syukurlah akhirnya dapat tiket juga dengan tempat duduk yang enak.

Sebelum nonton, gue udah gak masang ekspektasi tinggi, soalnya sebelumnya dikasih tau kalau filmnya ngebosenin. Dan ternyata film ini dibagi jadi 2 part juga. Entah kenapa gak dinamain Allegiant Part 1 dan Part 2 aja ya? Alih-alih judul film ke-4nya jadi The Divergent : Ascendant. Apakah ini berarti ada kemungkinan ending yang berbeda dari novelnya? Hmmm…

Anyway, lanjuttt cerita filmnya ah… Berikutnya ini serba spoiler sana-sini karena gue mau cerita isi filmnya sekalian buat sinopsis (tapi kalau panjang, bukan sinopsis kali ya…).
Jadi yang gak mau baca, bisa ditutup postingan ini 🙂

Di awal film ini dikisahkan kelanjutan kehidupan Tris, Four, dkk setelah Jeanine meninggal. Gak ada lagi yang namanya faksi dan mereka tinggal bersama di Chicago. Oke.. entah gue yang dari awal gak pernah merhatiin apa gimana, tapi gue baru tau kalau mereka tinggal di Chicago.

Lanjut, untuk menjaga keamanan, dipasang tembok gede dimana para penduduk Chicago ini gak boleh keluar tembok. Tris, karena di film sebelumnya dapat pesan untuk keluar tembok, jadinya penasaran. (Dan gue bahkan gak inget di film keduanya dia dapat pesan itu).

Tapi gak gampang, karena sama Evelyn, maminya Four, gak boleh melewati tembok itu. Terus sebelumnya yang istilahnya disebut pengkhianat (yang ngebantu Jeanine), pada dihukum. Ada yang setuju, ada yang enggak dengan hukuman tersebut. Karena di film kedua, adiknya Tris, Caleb, sempet ngebelot jadi ikut-ikutan berbuat hal yang gak baik, dia jadi takut juga dengan hukumannya.

Tris, karena Caleb masih satu keluarga, berusaha menolongnya. Terus sekalian deh abis nolong, barengan sama Four, Christina, Peter, dan Tori berupaya melewati tembok tersebut. Tentunya gak gampang, apalagi dikejer-kejer sama asistennya Evelyn yang cowok itu (gak inget namanya siapa). Terus temboknya dialiri listrik juga.

Untungnya, akhirnya berhasil ngelewatin juga. Pas masuk, ternyata gak sesuai yang diharapkan mereka. Tanahnya tandus, airnya merah. Bahkan hujannya pun airnya warna merah. Gak lama mereka dikejar sama asistennya Evelyn tadi. Panik, tapi untungnya ditolong sama pasukan yang namanya susah diinget. Something Health atau Welfare? Oh my… Lupa.

Merekapun dibawa ke sebuah tempat yang bernama Biro dan ceritanya mereka yang terkena radiasi dibersihkan. Abis itu dikasih tugas masing-masing. Peter dan Caleb disuruh ngawasin Chicago. Di sini terlihat keadaan makin gak membaik dan kelompok yang gak suka dengan kepemimpinan Evelyn memutuskan untuk membuat faksi baru bernama Allegiant. Mereka masih mementingkan rasa manusiawi.

Sementara itu Tris dicek-cek sama pemimpinnya Biro, yang namanya David, dan mengatakan kalau Tris termasuk ras murni sedangkan sisanya yang tinggal di Chicago ras rusak (damage). Jadinya perlu diteliti atau apalah Tris ini.. dan diajak ke Providence. Semacam kota para dewan tinggal.

Four dan Christina sendiri dilatih untuk menghadapi Kaum Fringe yang katanya jahat. Anak-anak mereka diambil dari orang tuanya.

Four mulai merasa ada yang gak beres, jadinya dia ikut pas pasukan nyerbu Kaum Fringe. Dan ternyata benar aja. Anak-anak diambil secara paksa, terus mereka dibuat lupa ingatan pake serum.

Four kecewa. Dia ngasih tau Tris, tapi gak percaya. Akhirnya dia pulang ke Chicago. Eh, malah ditangkap. Tris yang awalnya gak percaya Four, pas udah ngomong sama dewan-dewan di Providence baru sadar kalau selama ini David gak berusaha menolong dia atau Chicago, tapi cuma buat kepentingannya aja.

Dia pun kecewa. Belum beres kecewanya, pas pulang, kaget wakti tau Four udah gak ada di Biro. Dia minta bantuan Caleb buat nyari tau letak Four dan kaget ngeliat apa yang terjadi sama bapaknya Four yang jadi hilang ingatan gara-gara serum itu. Akhirnya dia sadar deh motifnya David apa, terus barengan sama Caleb dan Christina, berusaha menyelamatkan Chicago.

Sebelumnya serum itu dikasih sama Peter yang membelot. Dijanjiin better life and work sama David, makanya ngikut aja.

Kisah selanjutnya ya adegan action, mission rescue buat penduduk Chicago biar ga ngirup serum itu. Ada satu yang ngeganjel dari film itu. Dari awal diliatin, baik anak maupun dewasa, ngirup serumnya sedikit dan sebentar aja langsung kena efeknya. Lha ini penduduk-penduduk Chicago yang kena serumnya baek-baek aja.

Anyway… filmnya happy ending kok.. dan akan berlanjut ke part 2nya, yang rencananya akan dirilis Maret 2017.

Akting di sini yang patut diacungi jempol adalah Peter. Ini gara2 efek liat akting dia di Fantastic 4 gak bagus, lha di film ini karakternya dapet banget. Tengil dan ngeselin.
Four-nya sendiri tetap cakep. 😀

Udah cerita panjang lebar nih.. Buat yang masih baca, tapi belum nonton, udah gue kasih spoiler warning di atas lho.
Dan post ini akan dijadikan panduan buat nonton part 2nya nanti 🙂

Selamat menonton 🙂

Trailer The Divergent : Allegiant