Aplikasi Night Mode untuk Mengurangi Brightness Layar HP

Sekitar awal bulan September 2016 ini, gue ngepost blog ini yang salah satunya menceritakan betenya gue, dimana setelah upgrade software HP, layar HPnya malah jadi terang banget dan terlihat semakin kontras. Alhasil, main HP lamaan dikit bikin mata cepat lelah dan sakit.

Source : Google

Source : Google Play Store

Untungnya ada aplikasi Night Screen. Aplikasi untuk membuat layar HP jadi lebih gelap ada banyak.
Tapi kebanyakan bikin layarnya jadi agak kemerahan. Kalau gak salah sih supaya blue screen gak merusak mata… gak terlalu ngerti juga gue :’)

Untungnya gue nemu aplikasi Night Screen ini. Aplikasi ini cuma bikin layar lebih gelap, tapi gak ngubah warna di layar HPnya. Walaupun ada adsnya, tapi gak ngeganggu karena bisa diclose.

Kalau udah malam, aplikasi model ini cocok banget dipakai. Mata jadi tidak terlalu lelah dan cape 🙂

Advertisements

Besarnya Megapixel Kamera HP Gak Menjamin Kualitas Fotonya OK

Setiap kali ada yang bilang,”Gue tertarik beli HP A karena kameranya megapixelnya gede, 13 megapixel”, bawaan gue langsung reflek pengen ngoreksi,”belum tentu megapixelnya gede ngejamin hasil fotonya bagus.”

Megapixel sebuah kamera besar itu sebenarnya hanya buat kalau pengguna suka nyetak foto. Kalau kamera HPnya cuma ada 2 MP, paling bisa buat nyetak foto ukuran kecil seperti ukuran 2R, mentok-mentok 3R. Kalau udah 4R kayaknya udah mulai pecah-pecah deh.

Semakin besar ukuran megapixelnya, semakin besar juga cetakan foto yang bisa dihasilkan. Siapa tau mau nyetak foto ukuran 10R gitu. Kalau kamera HPnya cuma 2MP atau 5MP, dicetak 10R sih setau gue udah pecah-pecah.

Nah, yang menentukan hasil foto bagus atau enggak itu ya tergantung kameranya, lensanya…

Buat gue pribadi, hasil foto yang bagus adalah yang terang dan warna sesuai aslinya, terus kalau dipindahin ke gadget lain, tarohlah ke komputer, hasilnya tetap sama dan bagus, gak pecah-pecah dan gak kayak cat air.

Dulu ketika masih marak HP kamera 3.2 MP dan 5MP, buat gue kamera yang hasil fotonya bagus sesuai dengan aslinya itu kamera HP Sony Ericsson K770i yang cuma 2MP. Itu mau dipindahin ke komputer, hasilnya tetap tajam, sesuai warna asli, gak pecah-pecah. Udah kayak dari foto kamera digital kualitas bagus. Dan pada waktu itu, ketika HP ini dibandingkan dengan HP kamera 3.2 MP dan 5MP lainnya, hasilnya tetap bagus yang Sony Ericsson K770i 2MP ini. Dari sini gue percaya, besarnya megapixel sebuah kamera HP gak menjamin hasil kualitas fotonya sama bagusnya.

Gak lama kemudian, ketika semua heboh dengan perbandingan kamera 5MP mana yang paling bagus, menurut gue ada satu HP Sony Ericsson seri C yang hasil fotonya mirip-mirip K770i. Tajam, jernih, dan bagus. Cuma lupa seri C berapa.

Nah, kalau sekarang ditanya kamera HP apa yang hasilnya bagus dimanapun, jawaban gue masih tetap iPhone. Sejauh ini kamera HP iPhone kalau dipindahin ke komputer, hasilnya tajam, terang, dan sesuai warna aslinya. Kedua Xiaomi mi4i. Hasil kameranya bagus banget dalam kondisi apapun, mau gelap atau terang. Dan ketika dilihat di komputer, hasilnya sama bagusnya.

Selebihnya ada yang bagus,tapi misalnya kalau foto siang hari aja. Kalau malam kurang bagus. Atau ada yang fotonya bagus tapi kalau di layar HPnya aja. Giliran dilihat di komputer misalnya, terlihat ada sedikit pecah-pecah atau seperti cat air.

Samsung yang harganya mahal, hasil fotonya terbilang bagus juga. Gue salut sama Samsung sekarang dengan kualitas fotonya.

Sony.. gue belum pernah ngeliat hasilnya yang ukuran gede lagi, jadi gak bisa berkomentar.

Inti dari postingan ini, besarnya megapixel gak menjamin kualitas foto kamera HP tersebut bagus juga… buat gue 🙂 Saran gue kalau mau beli HP baru dan tertarik dengan kameranya, kalau bisa, cobain HP second di counter HP atau coba di toko HPnya dulu. Ambil foto asal aja apapun itu, bluetooth-in ke HP kamu. Terus lihat di layar komputer. Biasanya kalau hasil fotonya memang bagus, di layar komputer pun hasilnya akan bagus dan gak mengecewakan.

Semoga postingan blog ini berguna 🙂

Aplikasi Chatting di HP Android yang Boros Baterai

Di postingan blog kali ini, gue mau menjabarkan aplikasi chatting di HP Android yang menurut gue boros baterai. Jadi penilaian ini sifatnya subjektif. Tapi supaya adil, gue tetap mention kelebihan aplikasinya juga.

1. BBM
– BBM ini paling boros mengkonsumsi baterai. Bahkan ketika gak lagi dipakai pun baterainya berkurang. Selain itu bikin HP agak panas.
+ Karena pakai pin, enak dan berasa aman kalau mau dibagi-bagiin ke teman-teman atau orang lain. Gak ketahuan no.hpnya kan…

2. LINE
– LINE ini memakan memori internal HP yang cukup besar dan mengurangi baterai HP.
+ Pakai user ID, jadinya enak gak ketahuan nomer teleponnya. Tapi sekarang user ID bisa di-search pakai no. HP sih…
Selain itu bisa tau update status teman-teman dan ada people search nearby. Bisa kenalan sama orang lain deh. Dan karena sistemnya friend request, jadi bisa diaccept/enggak.

3. Whatsapp
– Whatsapp ini agak-agak nguras HP kalau pemakaiannya dalam jangka waktu yang lama. (Ya iyalah…)
+ Tampilannya yang simple bikin pemakaian aplikasi chatting ini paling mudah digunakan bagi siapa saja.

4. Telegram
– Gue gak terlalu banyak pakai Telegram, tapi sedikit lebih gak boros baterai ketimbang Whatsapp.
+ Tampilannya mirip Whatsapp, bedanya ini pakai user ID, jadi nomer teleponnya gak ketahuan.

5. LINE Lite
– Ga boros baterai karena benar-benar light. Hemat memori internal HP juga.
+ Tampilannya simple, mirip Whatsapp. Bisa dipakai buat chatting aja. Karena light, jadi gak menguras banyak baterai.

Nah, itu aplikasi chatting di atas yang gue pernah coba dan yang mana aja yang menurut gue bikin boros baterai.
Masing-masing aplikasi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan sebetulnya, kelima aplikasi ini semuanya bagus dan gue suka.

Tapi yang dipakai sekarang cuma Whatsapp dan LINE Lite. Kalau mau chatting sama gue, leave a comment aja ya. Nanti gue kasih tau user ID LINE-nya 🙂

 

Software Update HP, Perlukah?

Jadi sekitar beberapa minggu yang lalu, di HP gue mulai muncul notifikasi untuk mengupdate software. Yang diupdate apa aja gak tau. Pokoknya softwarenya diupdate aja..

Awalnya gue gak tertarik buat ngupdate. Khawatir malah bikin HP rusak jadi alasan yang paling utama. Guepun memilih “never remind me” biar itu notifikasi kagak muncul-muncul lagi. Ehhh.. gak ngefek tapi. Tiap hari itu notifikasi tetep muncul. Lama-lama ganggu juga karena agak-agak nurunin persenan batere.

Akhirnya gue nanya ke rekan kerja yang mempunyai hp dengan merej yang sama, amankah mengupdate software? Dia jawab iya. Malah bikin hp lebih bagus. Lebih smooth. Setelah mengetahui hal itu, dan ga betah keluar notifikasi yang memakan batere terus, akhirnya gue putuskan untuk mengupdate softwarenya.

Hasilnya? Bikin wahh pada awalnya…

Pros :
– Beneran sedikit lebih smooth.
– Tulisan Google di Home screen jadi berwarna. (sebelumnya hitam doang)
– Gak ada masalah viewing video di YouTube lagi (sebelumnya kalau udah beberapa kali view, gak bisa view lagi.. dan ada kalanya ngepost comment gak muncul).
– Internet sejauh ini lebih lancar. Gak tiba-tiba mati walaupun sinyal ada.

Tapi kesenangan itu cuma berlangsung beberapa hari doang. Karena setelah hp dimatikan dan dinyalakan lagi, gue nemuin masalah baru yang gak gue tau atau terlihat sebelumnya.

Cons :
– Setelah switch on HP, beberapa icon application hilang dari Home Screen. Jadi harus didrag dari Menu Screen. Setiap kali switch on HP selalu begitu, dan ganti-ganti icon yang hilangnya.

– Sekarang gak cuma icon app saja yang hilang, tapi mendadak icon app yang ada ketika switch on HP berubah tulisannya jadi ngebold, gambarnya juga agak pixelated kalau ngebold gini. Dan gak bisa diremove dari Home Screen.

– Ada perubahan warna di layar. Jadi jauh jauh lebih kontras untuk semua warna, terutama warna merah. Awalnya gue bingung kenapa foto-foto di Instagram yang warna merah pada mentereng semua mencolok mata. Biasanya enggak. Kirain yang ngepos ngeditnya berlebihan. Tapi ternyata pas ngecek di layar gadget lain, gak mentereng warna-warnanya. Ternyata bawaan dari HP ini yang bikin semua warna, terutama warna merah mencolok mata. 😦

– HPnya lebih ngebright daripada sebelum update software. Bahkan walaupun udah mentok digelapin. Tetap cukup terang. Menyilaukan mata.

Itulah keluhan yang gue dapat setelah update software dan menurut gue jadi sangat mengganggu.

Jadi perlukah update software?
Jawabannya iya, kalau matanya gak sensitif sama perubahan di layar.

Kalau matanya sensitif, apalagi sama yang terang-terang, hasilnya setelah software update ini jadi bikin gak enak dilihat dan menyilaukan. Dan sayangnya… kalau udah software update, mau dibalikkin ke software semula lewat factory reset, tetap gak ngefek.

Alhasil sekarang harus sabar tiap kali memakai HP ini… .____.