Tips Menjadi Food Instagrammer

Suka foto-foto makanan atau minuman? Suka foto-foto tempat makanan baru yang ngehheeiitttzzzz? Suka ngeshare info tempat makan baru ke temen-temen kamu di Instagram? Mungkin jadi food Instagrammer bisa jadi hobi baru kamu.

Di postingan kali ini gue mau bagi-bagi tips buat food Instagrammer yang baru merintis karir. Ini menurut gue pribadi yah..

Later on reviewing food will be like a basic daily activity

Semoga (masih) bermanfaat.
1.Bikin ciri khas profil tersendiri.
Kalau buat gue pribadi, nama account yang eye catchy memang lebih mudah diingat. Tapi pada kenyataannya, banyak food blogger/ Instagrammer yang nama accountnya biasa saja tapi tetap sukses melejit. 🙂

Ciri khas disini lebih ke foto-foto yang dipasang. Akan lebih menarik bila ada temanya.
Entah mau pasang foto yang terang semua.. Atau mau pasang foto yang gelap-gelap backgroundnya. Atau mau pasang foto yang isinya di-styling semua dengan sempurna. Atau mau pakai filter warna tertentu. Bebas. Yang penting sih, sebisa mungkin keliatan tema atau ciri khasnya. Jadi kalau follower liat, udah langsung tau, ini fotonya siapa ya?

2. Foto makanan sebaiknya siang-siang.
Seperti kata Ko Jiewa, food blogger yang terkenal itu,”Shoot your lunch, eat your dinner.”

Gak peduli mau foto pakai gadget apapun, foto dengan cahaya matahari asli menghasilkan foto yang terbaik.

Jam paling bagus buat foto-foto menurut gue mulai jam 9 pagi – 1 siang.

3. Lebih baik foto pakai kamera.
Memang foto pakai HP kalau siang-siang tetap bagus hasilnya, tapi bila dilihat di layar yang lebih besar seperti monitor komputer, kadang tetap pecah, sekalipun foto pakai HP dengan kamera 13 MP.

Besarnya MP gak mempengaruhi kualitas foto. Gue udah sempet ngebahas ini di postingan sebelumnya.

Jadi kalau bisa, untuk hasil yang bagus, fotonya pakai kamera. Karena bukaan lensanya tetap lebih besar, sehingga detail foto lebih terlihat.

Kalau kamera digital, gak dapat dipungkiri, kamera harga Rp3.000.000 hasilnya lebih baik daripada yang harganya Rp1.000.000.

Kalau kamera mirrorless, banyak yang menyarankan Fujifilm atau Canon.

Untuk kamera DSLR, bisa milih Canon karena warnanya mendekati warna aslinya.

Kalau Sony, gue taunya A6000 aja yang hasilnya bagus buangeett.

4. Follow semua food blogger yang kamu tau di kotamu
Fungsinya bukan buat bikin notifikasi ke mereka kalau “ini looooo… ada food Instagrammer baru..”
Bukan.. tapi lebih untuk berinteraksi dengan mereka, memulai koneksi, dann.. ada satu lagi di point di bawah ini.

5. Rajin-rajin comment foto makanan atau minuman orang lain
Salah satunya termasuk food Instagrammer yang sudah kamu follow.

Gue bilang sih ini gak bermaksud caper atau SKSD. Tapi salah satu cara untuk kamu sebagai food Instagrammer baru dikenal orang.
Karena pemakaian hashtag sekarang sudah kurang ampuh karena Instagram algorythm ini salah satu penyebabnya.

Tapi ya jangan ngespam juga ya, semua foto dikomentarin 🙂

6. Walaupun kurang ampuh, tapi tetap pakai hashtag yang sesuai. Terus tag juga profilnya.
Jujur.. pemakaian hashtag sekarang udah jauh dari ampuh.. karena udah gak muncul di Explore page lagi. Semua dipengaruhi jumlah likes. Bahkan top photos pun dipengaruhi jumlah likes.

Tapi gue sarankan tetap pakai hashtag. Siapa tau ada yang iseng nyari hashtag atau liat foto di Tag pemilik account.

7. Rajin-rajin bikin Instagram Stories.
Sebisa mungkin tiap hari maksimal bikin 2 Instagram Stories, entah itu foto atau video. Karena Instagram Stories gak liat likes. Mereka tetap muncul sesuai timeline. Bedanya.. semakin banyak yang view, semakin besar kemungkinan muncul di Explore Page.

Tapi jangan kebanyakan bikinnya ya sampai timeline Instagram Storiesnya deretan ————– semua. Kasian yang liatnya kalau gak pakai wifi, bisa abis kuota.

8. Boleh juga ngeliput langsung dengan Live Instagram.
Dengan alasan yang sama seperti poin di atas, boleh juga live Instagram.

9. Bikin review yang bagus.
Jujur boleh.. kalau gak enak bilang gak enak. Tapi pakai bahasanya yang halus ya.. Cuma sejauh ini sih.. yang berani komentar seperti ini hanya segelintir food Instagrammer.

Sebagai food Instagrammer, pastinya menghargai restoran/endorse-an. Berusaha menulis sebaik mungkin. Kalau emang gak enak, mending gak usah dipost sekalian.

Karena pengaruhnya besar. Gue pernah diceritain bagaimana sebuah tempat makan bisa tiba-tiba berkurang drastis yang datang cuma gara-gara direview ada masalah di makanannya.

10. Bikin logo dan kartu nama.
Walaupun gak semua food Instagrammer punya logo, tapi logo itu buat gue sih penting, sebagai pengingat dan ciri khas. Bebas mau logonya bikin sendiri atau minta tolong orang lain yang bikin. Mungkin mau pakai warna-warna tertentu biar ada maknanya 🙂

Dan kalau bisa, bikin kartu nama juga. Ini berfungsi kalau lagi diundang terus ketemu ownernya. Kartu nama ini berfungsi sebagai pengingat juga dan kesannya lebih official.
Atau bisa juga kalau gak diundang, tapi datang ke restoran, terus siapa tau mau memperkenalkan diri, akan lebih baik bila sambil memberikan kartu nama. Terkesan lebih formal dan enggak main-main.

11. Tambahkan watermark di fotomu.
Ini penting. Karena selalu aja ada yang rese dengan mengambil foto kamu, terutama kalau bagus. Bebas watermarknya mau logo kamu, atau tulisan nama account Instagramnya, atau inisial nama aja. Bebas.

12. Rajin-rajin pasang foto di Instagram.
Walaupun sekarang foto-foto yang sering dilike follower yang muncul ke permukaan, tapi jangan menyerah. Tetap saja, ketika ngepos foto lebih sering, kemungkinan untuk muncul di timeline follower yang gak pernah ngelike itu lebih ada, daripada yang jarang ngepos.

Dan ngepos foto ini ada jam-jamnya. Gue gak tau udah ada perubahan atau belum. Tapi ngepos foto itu paling baik hari biasa antara jam 2 siang – 5 sore.
Hari Sabtu pagi masih oke. Hari Minggu agak kurang efektif.

Selain itu, foto makanan yang dipos juga diperhatikan jam-jamnya.
Mau ngepos foto bubur ayam endeus bingits mendingan di pagi hari. Foto dessert di siang atau sore hari. Foto martabak atau Indomie menjelang tengah malam 😀

13. Foto jangan sampai sama dengan food Instagrammer lain.
Kalau dulu awal-awal food Instagrammer baru muncul dan rame-rame datang ke sebuah gathering terus disajiin makanan dan foto-foto ternyata kebetulan ada foto yang anglenya mirip/sama gak apa-apa. Kalau ada yang nanya, tinggal bilang,”Kebetulan sama blogger A,B,C, diundang barengan. Jadi fotonya sama.”

Kalau sekarang, gak bisa begitu. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dikirain fotonya sama terus nyomot foto orang lain, mendingan dibedain deh.
Kalau misalnya lagi diundang ke gathering ramean, ambil foto dari angle yang berbeda sebanyak mungkin. Atau kalau boleh, ambil makanannya dan foto di sudut yang berbeda.
Terus sebelum pos, pastiin foto kamu belum ada yang ngepos dengan angle yang sama.

14. Mengajukan proposal bila tertarik untuk diundang.
“Aduh.. kesannya kok gak enak banget ya.. Minta gratisan gitu…”
Tapi ternyata hal ini tergolong wajar. Asalkan proposalnya yang formal yah, layaknya kalau mau mengajukan proposal event untuk mengajukan sponsor. Perkenalkan diri kamu siapa, profil Instagram kamu, apa yang bisa kamu berikan untuk penjual/ owner kalau mereka mengundang kamu.

15. Bertanggung jawab bila sudah diendorse/ diundang ke restoran.
Buat gue pribadi kalau diundang atau diendorse itu tanggung jawabnya besar. Bukan karena hasil fotonya harus lebih baik, tapi owner/ penjualnya kadang suka menentukan aturan sendiri. Misalnya harus ngepos hari apa, jam berapa, captionnya seperti apa. Jadinya buat gue tanggung jawab itu lebih besar ketimbang ngereview datang sendiri tanpa undangan.
Gak heran karenanya, ada beberapa food Instagrammer yang gak menerima undangan dari siapapun.

16. Bikin blog.
Bebas mau di WordPress atau Blogspot. Lebih bagus lagi juga kalau domainnya beli. Terlihat lebih formal dan resmi. Alasan bikin blog karena di Instagram gak bisa mencakup semua kata-kata. Terbatas. Foto-fotopun gak mungkin dipajang semua, walaupun bisa di-collage.

Banyak bener ya tipsnya.. Abis liat ini, yang tertarik jadi food Instagrammer, cepetan bikin accountnya ya 😉 Happy reviewing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s