Besarnya Megapixel Kamera HP Gak Menjamin Kualitas Fotonya OK

Setiap kali ada yang bilang,”Gue tertarik beli HP A karena kameranya megapixelnya gede, 13 megapixel”, bawaan gue langsung reflek pengen ngoreksi,”belum tentu megapixelnya gede ngejamin hasil fotonya bagus.”

Megapixel sebuah kamera besar itu sebenarnya hanya buat kalau pengguna suka nyetak foto. Kalau kamera HPnya cuma ada 2 MP, paling bisa buat nyetak foto ukuran kecil seperti ukuran 2R, mentok-mentok 3R. Kalau udah 4R kayaknya udah mulai pecah-pecah deh.

Semakin besar ukuran megapixelnya, semakin besar juga cetakan foto yang bisa dihasilkan. Siapa tau mau nyetak foto ukuran 10R gitu. Kalau kamera HPnya cuma 2MP atau 5MP, dicetak 10R sih setau gue udah pecah-pecah.

Nah, yang menentukan hasil foto bagus atau enggak itu ya tergantung kameranya, lensanya…

Buat gue pribadi, hasil foto yang bagus adalah yang terang dan warna sesuai aslinya, terus kalau dipindahin ke gadget lain, tarohlah ke komputer, hasilnya tetap sama dan bagus, gak pecah-pecah dan gak kayak cat air.

Dulu ketika masih marak HP kamera 3.2 MP dan 5MP, buat gue kamera yang hasil fotonya bagus sesuai dengan aslinya itu kamera HP Sony Ericsson K770i yang cuma 2MP. Itu mau dipindahin ke komputer, hasilnya tetap tajam, sesuai warna asli, gak pecah-pecah. Udah kayak dari foto kamera digital kualitas bagus. Dan pada waktu itu, ketika HP ini dibandingkan dengan HP kamera 3.2 MP dan 5MP lainnya, hasilnya tetap bagus yang Sony Ericsson K770i 2MP ini. Dari sini gue percaya, besarnya megapixel sebuah kamera HP gak menjamin hasil kualitas fotonya sama bagusnya.

Gak lama kemudian, ketika semua heboh dengan perbandingan kamera 5MP mana yang paling bagus, menurut gue ada satu HP Sony Ericsson seri C yang hasil fotonya mirip-mirip K770i. Tajam, jernih, dan bagus. Cuma lupa seri C berapa.

Nah, kalau sekarang ditanya kamera HP apa yang hasilnya bagus dimanapun, jawaban gue masih tetap iPhone. Sejauh ini kamera HP iPhone kalau dipindahin ke komputer, hasilnya tajam, terang, dan sesuai warna aslinya. Kedua Xiaomi mi4i. Hasil kameranya bagus banget dalam kondisi apapun, mau gelap atau terang. Dan ketika dilihat di komputer, hasilnya sama bagusnya.

Selebihnya ada yang bagus,tapi misalnya kalau foto siang hari aja. Kalau malam kurang bagus. Atau ada yang fotonya bagus tapi kalau di layar HPnya aja. Giliran dilihat di komputer misalnya, terlihat ada sedikit pecah-pecah atau seperti cat air.

Samsung yang harganya mahal, hasil fotonya terbilang bagus juga. Gue salut sama Samsung sekarang dengan kualitas fotonya.

Sony.. gue belum pernah ngeliat hasilnya yang ukuran gede lagi, jadi gak bisa berkomentar.

Inti dari postingan ini, besarnya megapixel gak menjamin kualitas foto kamera HP tersebut bagus juga… buat gue 🙂 Saran gue kalau mau beli HP baru dan tertarik dengan kameranya, kalau bisa, cobain HP second di counter HP atau coba di toko HPnya dulu. Ambil foto asal aja apapun itu, bluetooth-in ke HP kamu. Terus lihat di layar komputer. Biasanya kalau hasil fotonya memang bagus, di layar komputer pun hasilnya akan bagus dan gak mengecewakan.

Semoga postingan blog ini berguna 🙂

Advertisements

Aplikasi Chatting di HP Android yang Boros Baterai

Di postingan blog kali ini, gue mau menjabarkan aplikasi chatting di HP Android yang menurut gue boros baterai. Jadi penilaian ini sifatnya subjektif. Tapi supaya adil, gue tetap mention kelebihan aplikasinya juga.

1. BBM
– BBM ini paling boros mengkonsumsi baterai. Bahkan ketika gak lagi dipakai pun baterainya berkurang. Selain itu bikin HP agak panas.
+ Karena pakai pin, enak dan berasa aman kalau mau dibagi-bagiin ke teman-teman atau orang lain. Gak ketahuan no.hpnya kan…

2. LINE
– LINE ini memakan memori internal HP yang cukup besar dan mengurangi baterai HP.
+ Pakai user ID, jadinya enak gak ketahuan nomer teleponnya. Tapi sekarang user ID bisa di-search pakai no. HP sih…
Selain itu bisa tau update status teman-teman dan ada people search nearby. Bisa kenalan sama orang lain deh. Dan karena sistemnya friend request, jadi bisa diaccept/enggak.

3. Whatsapp
– Whatsapp ini agak-agak nguras HP kalau pemakaiannya dalam jangka waktu yang lama. (Ya iyalah…)
+ Tampilannya yang simple bikin pemakaian aplikasi chatting ini paling mudah digunakan bagi siapa saja.

4. Telegram
– Gue gak terlalu banyak pakai Telegram, tapi sedikit lebih gak boros baterai ketimbang Whatsapp.
+ Tampilannya mirip Whatsapp, bedanya ini pakai user ID, jadi nomer teleponnya gak ketahuan.

5. LINE Lite
– Ga boros baterai karena benar-benar light. Hemat memori internal HP juga.
+ Tampilannya simple, mirip Whatsapp. Bisa dipakai buat chatting aja. Karena light, jadi gak menguras banyak baterai.

Nah, itu aplikasi chatting di atas yang gue pernah coba dan yang mana aja yang menurut gue bikin boros baterai.
Masing-masing aplikasi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan sebetulnya, kelima aplikasi ini semuanya bagus dan gue suka.

Tapi yang dipakai sekarang cuma Whatsapp dan LINE Lite. Kalau mau chatting sama gue, leave a comment aja ya. Nanti gue kasih tau user ID LINE-nya 🙂

 

Menghilangkan Bau Pete di Mulut

Sebagai pencinta petai a.k.a. pete, bawaannya langsung gak santai begitu disodorin pete. Mau dilahap sekaligus gitu… Mendadak jadi rakus XD

Sekitar 2 hari yang lalu, ada sambal udang goreng pete. Uuuuhhh.. siapa sih yang bisa nahan makanan super lezat ini? Kalau disodorin mau makan ini atau spaghetti bolognaise, gue lebih milih sambal goreng pete dah. 😀

Source: Google Images

Source: Google Images

Yah, memang pete itu nikmat tiada tara. Tapi gak dapat dipungkiri, abis makan pete itu, mulut baunya adduuuhh duhh duhh.. Bahkan kalau buang air kecil pun, bau pete. Ya kalau buang air kecil bisa dibanjur, kalau mulut, gimana solusinya ya?

Kebayang dong… waktu 2 hari yang lalu gue kalap makan setengah panci sambal goreng pete (yang untungnya cabenya cuma jadi penghias makanan aja). Itu gue makan malam-malam. Gue kirain besok bangun-bangun udah ilang baunya. Soalnya udah makan buah-buahan, banyak minum, dan sikat gigi.

Eh, gak taunya besok pagi belum ilang itu bau pete. Saking belum ilangnya, sampai waktu ngobrol sama yang lain langsung disodorin permen gak berapa lama. Hikksss… Yah.. gue aja bisa kecium, apalagi orang lain ya.. Terus orang lainnya itu gak suka pete juga. Ya sudahlah bye…

Terus solusinya gimana dong? Yah.. bau mulut di pete memang bisa hilang cepat/lambat tergantung seberapa banyak pete yang dimakan. Kalau yang dimakannya gak banyak, asalkan banyak minum air putih dan sikat gigi, hilang kok. Tapi kalau banyak, harus sampai kumur-kumur nih… Kumur-kumurnya sampai ke tenggorokan ya.. Alhasil lebih cepat hilang baunya.. Dan kalau ngerasa mulutnya kayak masih bau pete dan harus ngobrol sama orang lain, mending inisiatif makan permen duluan. Daripada disodorin permen.. Malu 😦 Makan permennya yang mint biar ngalahin bau petenya.

Sisanya tetep banyak minum air putih dan buah yang banyak airnya seperti jeruk. Makan pete aman, bau mulut pun aman 🙂

Nonton Film Pete’s Dragon

Film Disney yang paling keren tahun ini apa? Gue bisa jawab,”Pete’s Dragon!” dengan lantang.

Source : Google

Dari segi inti cerita mungkin biasa aja, sama seperti film anak-anak lainnya pada umumnya. Pete yang kehilangan kedua orang tuanya, ketemu naga di hutan, gak diapa-apain, kemudian mereka jadi teman bertahun-tahun, ketahuan penduduk, sampai akhirnya misi penyelamatan naga biar gak diapa-apain sama penduduk.

https://youtu.be/fPOamb6d_20

Tapi ada suatu magical di film ini yang bikin gue suka banget. Entah karena kebetulan nontonnya di The Premiere, jadinya gambarnya terang dan jernih sekali seolah-olah beneran lagi ada di hutan tersebut. Atau bisa juga audionya yang bagus banget. Itu dari segi eksternal.

Dari segi internal, gak dapat dipungkiri akting para pemainnya pol.Simple tapi pol sehingga berasa chemistry satu sama lain. Kecuali chemistry Gavin sama istrinya. Gak berasa kayak pasangan suami istri 😀 Akting Pete dan teman ceweknya juga patut diacungi jempol.

Selain itu, backsoundnya. Sesuai dengan settingnya yang masih khas kota kecil, lagu-lagunya juga bertema Country. Ada salah satu lagu favorit gue yang dinyanyikan Andrew dan biolanya dimainkan oleh Lindsey. Judulnya Something Wild. Musiknya asyik.

https://youtu.be/I2lVEiwKVFM

Ditambah lagi script yang bagus yang mendukung film ini berasa lebih nyata.

Dan ini yang gue suka. Makna tersirat di film ini. Film yang bagus gak seharus ada makna di balik film tersebut. Tapi kalau ada, ya bagus sih. Cuma kadang-kadang terkesan maksa harus ada maknanya dan kadang begitu-begitu aja. 

Di film ini yang paling kentara adalah tentang menjaga hutan. Hal ini jarang sekali dilakukan orang-orang sekarang. Gak care.. gak peduli. Maka di film ini digambarkan kalau menebang pohon-pogon hutan itu merusak pohon dan tempat tinggal binatang.

Gue bener-bener menikmati nonton film ini dari awal sampai akhir, walau cukup banyak meweknya 😀 Banyak adegan sedih dan mengharukan sih. Tapi yang kocaknya juga ada. Film ini cocok ditonton semua kalangan umur.

Once again, Disney sukses membawa keajaiban di filmnya. I’m impressed 🙂

Nonton Film Sully

Udah lama gak ngereview film nih…

Kali ini gue mau review film Sully. Kalau diliat dari poster filmnya, kirain ini film plane crash. But no, ini bukan film tentang plane crash. Ini film tentang crash landing. Dimana kelihatannya ada sedikit perbedaan dengan plane crash. Kalau crash landing, udah mendarat darurat tapi penumpangnya selamat.

Film Sully ini diangkat dari kisah nyata. Kalau kamu ngegoogling, kamu bisa lihat referensinya di US Airways Flight 1549 atau Miracle on The Hudson.

Ceritanya tentang seorang pilot bernama Chesley Sullenberger atau yang lebih dikenal dengan Sully, yang terbang dari LaGuardia airport menuju Charlotte Douglas airport bersama 154 awak lainnya. Keadaan berjalan mulus, sampai tiba-tiba ada sekumpulan burung yang terbang menghantam jendela dan kipas pesawat sampai rusak dua-duanya…

Kalau udah kayak gitu, pesawat udah gak mungkin terbang jauh, maka harus segera dilakukan pendaratan darurat. Nah, Sully, beserta co-pilotnya Jeffery Skiles, harus memikirkan gimana caranya supaya bisa mendarat dengan selamat dengan kondisi pesawat udah kayak gitu. Ada 3 opsi dan Sully memilih yang ketiga. Untungnya Sully ini orangnya cepat tanggap, optimis, dan dengan berbagai pengalaman terdahulunya, dia jadi bisa mengambil keputusan yang tepat dengan mengambil opsi ke-3, yaitu mendarat di Sungai Hudson.

Yak, Sully ini sudah berpengalaman menjadi pilot selama 40 tahun. Dia juga pernah bekerja di bidang militer, kalau gak salah sebagai pilot AU, seperti yang sempat digambarkan dalam salah satu scene. Jadinya udah tau seluk-beluk penerbangan.

Akhirnya pesawat pun mendarat dengan selamat dan dengan bantuan polisi kelautan, helicopter, dll, semua 155 penumpang termasuk pilot dan co-pilotnya selamat. Padahal waktu itu lagi musim dingin juga…

Nah, di film ini gak menceritakan cuma kejadian itu tok. Tapi juga pasca kejadian. Apa yang dilakukan Sully beserta Jeff dianggap sebagai kelalaian mengabaikan kemungkinan kalau pesawat bisa mendarat dengan sempurna tanpa kerusakan apapun kalau balik ke LaGuardia airport atau Teterboro airport, dilihat dari simulasi komputer.

Kebayang dong gimana perasaan Sully. Istilahnya udah nyelamatin banyak orang, masih harus diadili karena kejadian tersebut. Padahal penumpangnya pada menganggap dia pahlawan.

Akhirnya Sully dibantu dukungan co-pilotnya, Jeff, memikirkan bagaimana caranya supaya jangan sampai keputusan akhir pengadilan menyatakan dia bersalah.

Nah, penasaran kan gimana kisah akhir cerita Sully di film ini? Makanya nonton aja. Raaammmeee..

Walaupun film Sully ini termasuk dalam kategori film drama, tapi bukan drama yang sepanjang film ngomong terus sampai penontonnya bisa-bisa ketiduran 😀 Masih inget film Flight? Film ini sedikit mirip dengan film tersebut di mana sang pilot berhasil mendaratkan pesawat terbang dalam kondisi kritis dan menyelamatkan para penumpangnya.

Bedanya kalau film Flight itu rame dan tegang di awal film, sisanya ngomong terus sampai film beres. Kalau film Sully ini alurnya maju-mundur-maju-mundur. Jadi mungkin di saat udah mau mulai ngantuk ngomong mulu, tiba-tiba flashback kejadiannya, terus balik lagi ke pasca kejadian, ngomong lagi, terus flashback lagi.. Pas flashbacknya itu gak digambarin langsung semuanya. Bertahap. Makanya walaupun ini film drama, penonton gak dikasih ruang waktu untuk be right back tidur 5 menit dulu atau malah mainin HP lama-lama. 🙂 Entar kelewat banyak scene menarik atau kelewatan ceritanya yang bagus.

Sutradara Clint Eastwood (yang juga merupakan aktor terkenal), menurut gue amat sukses mengarahkan para pemainnya. Semua aktingnya pol, berasa chemistrynya satu sama lain. Apalagi Tom Hanks yang berperan sebagai Sully. Setelah beres film ada post-credit scene di mana pilot yang asli beserta para penumpangnya ada di situ. Gue liat sosok Sully. Ganteng, karismatik, berwibawa, dan optimistik. Tom Hanks berhasil memerankan sosok Sully yang asli. Kemudian backsound, script, dan juga pengambilan gambarnya. Sungguh real seperti pas kejadian tersebut. Ketika penggabungan foto dan video yang diambil dari aslinya, nyaris tidak terlihat kalau di film ini adalah buatan filmnya.

Source : Google

Source : Google

Hanya ada beberapa pertanyaan yang terlintas di kepala gue:

  1. Di awal film digambarkan pesawatnya crash nabrak gedung. Tapi aslinya fine-fine aja… Gak ada nabrak gedung. Kenapa Sully sempat membayangkan hal tersebut ya? Atau ada gambaran scene seperti itu?
  2. Mendekati akhir film di persidangan akhir ada scene Sully tetelponan sama istrinya, terus istrinya itu kelihatan kayak lagi ngepak barang. Itu sebenernya maksudnya gimana? Istrinya tadinya berpikir mau meninggalkan Sully dan rumahkah? Mengingat di awal film sempat diceritakan masalah keuangan keluarga juga.
  3. Di post-credit scene itu sebenarnya ada Jeff Skiles, sang co-pilot yang asli juga gak? Gue cuma noticenya Sully saja. Karena buat gue, Jeff juga pahlawan, udah ngebantuin Sully dalam membuat keputusan pas kejadian tersebut.

Terlepas dari pertanyaan-pertanyaan tadi, sekali lagi, menurut gue ini film bagus.

Buat yang mau nonton film ini, please agak-agak baca sinopsisnya dulu… Paling enggak tau kalau ini diangkat dari kisah nyata. Karena sebelah gue pas nonton bolak-balik komentar terus… “Ini nyata gak sih? Dari buku?” atau “kenapa kok dia begini dan begitu?” atau pas ngeliat reaksi penumpang yang happy karena selamat malah komentar “kok dia seneng amat sih?” Rasanya pengen gue terangin semuanya ke dia. Belum pernah ngalamin turbulence kali ya?

Bisa jadi gue bilang film ini bagus juga, di luar hal-hal bagus yang gue sebutkan di atas, karena gue pernah mengalami turbulence hebat ketika naik pesawat, sampai-sampai pas ngumumin ke penumpang, suara pramugarinya bergetar kemudian hilang, gak sampai ngeberesin kalimatnya. Pesawatnya gak berenti bergetar naik-turun kayak lagi naik rollercoaster. Dan itu berlangsung selama 2 jam. Jadi gue bisa ngerasain gimana rasanya bahagianya ketika pesawatnya sudah mendarat. (lho kok malah curcol? :))

Anyway… di tengah film-film lainnya yang sedang beredar saat ini, mulai dari film anak-anak sampai film zombie, film Sully ini bisa dijadikan pilihan untuk ditonton 🙂

Software Update HP, Perlukah?

Jadi sekitar beberapa minggu yang lalu, di HP gue mulai muncul notifikasi untuk mengupdate software. Yang diupdate apa aja gak tau. Pokoknya softwarenya diupdate aja..

Awalnya gue gak tertarik buat ngupdate. Khawatir malah bikin HP rusak jadi alasan yang paling utama. Guepun memilih “never remind me” biar itu notifikasi kagak muncul-muncul lagi. Ehhh.. gak ngefek tapi. Tiap hari itu notifikasi tetep muncul. Lama-lama ganggu juga karena agak-agak nurunin persenan batere.

Akhirnya gue nanya ke rekan kerja yang mempunyai hp dengan merej yang sama, amankah mengupdate software? Dia jawab iya. Malah bikin hp lebih bagus. Lebih smooth. Setelah mengetahui hal itu, dan ga betah keluar notifikasi yang memakan batere terus, akhirnya gue putuskan untuk mengupdate softwarenya.

Hasilnya? Bikin wahh pada awalnya…

Pros :
– Beneran sedikit lebih smooth.
– Tulisan Google di Home screen jadi berwarna. (sebelumnya hitam doang)
– Gak ada masalah viewing video di YouTube lagi (sebelumnya kalau udah beberapa kali view, gak bisa view lagi.. dan ada kalanya ngepost comment gak muncul).
– Internet sejauh ini lebih lancar. Gak tiba-tiba mati walaupun sinyal ada.

Tapi kesenangan itu cuma berlangsung beberapa hari doang. Karena setelah hp dimatikan dan dinyalakan lagi, gue nemuin masalah baru yang gak gue tau atau terlihat sebelumnya.

Cons :
– Setelah switch on HP, beberapa icon application hilang dari Home Screen. Jadi harus didrag dari Menu Screen. Setiap kali switch on HP selalu begitu, dan ganti-ganti icon yang hilangnya.

– Sekarang gak cuma icon app saja yang hilang, tapi mendadak icon app yang ada ketika switch on HP berubah tulisannya jadi ngebold, gambarnya juga agak pixelated kalau ngebold gini. Dan gak bisa diremove dari Home Screen.

– Ada perubahan warna di layar. Jadi jauh jauh lebih kontras untuk semua warna, terutama warna merah. Awalnya gue bingung kenapa foto-foto di Instagram yang warna merah pada mentereng semua mencolok mata. Biasanya enggak. Kirain yang ngepos ngeditnya berlebihan. Tapi ternyata pas ngecek di layar gadget lain, gak mentereng warna-warnanya. Ternyata bawaan dari HP ini yang bikin semua warna, terutama warna merah mencolok mata. 😦

– HPnya lebih ngebright daripada sebelum update software. Bahkan walaupun udah mentok digelapin. Tetap cukup terang. Menyilaukan mata.

Itulah keluhan yang gue dapat setelah update software dan menurut gue jadi sangat mengganggu.

Jadi perlukah update software?
Jawabannya iya, kalau matanya gak sensitif sama perubahan di layar.

Kalau matanya sensitif, apalagi sama yang terang-terang, hasilnya setelah software update ini jadi bikin gak enak dilihat dan menyilaukan. Dan sayangnya… kalau udah software update, mau dibalikkin ke software semula lewat factory reset, tetap gak ngefek.

Alhasil sekarang harus sabar tiap kali memakai HP ini… .____.